PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI BARANG YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN
ALGORITMA HEURISTIK PADA PT. XYZ
Dosen: MUHAMMAD
RIDHA ALFARABI ISTIQLAL
Disusun Oleh:
Nama/ NPM : Muhammad Aljishi Ilyaza/ 35418176
Kelas : 3ID06
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
DEPOK
2020
1. Perumusan
Masalah
PT. XYZ
merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian produk minuman.
PT. XYZ merupakan distributor tunggal untuk produk minuman didaerah Medan dan
sekitarnya. PT. XYZ mendistribusikan produk kepada konsumen-konsumennya yang
merupakan grosir-grosir dan supermarketsupermarket di kota Medan. Kemudian
grosir dan supermarket tersebut memasarkan produk kepada konsumen akhir. Selama
ini, PT. XYZ melakukan distribusi ke distributor tanpa memperhitungkan jarak
tempuh dan utilitas kendaraan angkut. Proses distribusi dalam satu kali
pengiriman produk hanya dilakukan kepada satu distributor. Untuk melakukan
distribusi ke 24 distributor, perusahaan memiliki 24 sub rute perjalanan. Dalam
penelitian ini akan dilakukan penentuan rute distribusi. Metode penentuan rute
distribusi adalah dengan menggunakan algoritma Heuristik. Untuk itu PT. XYZ
megembangkan usahanya maka dilakukan analisis strategi, permasalahan tersebut
diantaranya ialah:
a. Belum
meperhitungkan jarak tempuh dan utilitas kendaraan angkut
b. Menentukan
rute pendistribusian ke 24 distributor secara optimal
2. Penyusunan
Kerangka Berfikir
Pada penelitian
ini pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi atau pengamatan
langsung di lapangan, yaitu pada waktu proses loading-unloading barang dengan
menggunakan stopwatch, melakukan pengukuran jarak yang ditempuh untuk setiap
distributor oleh kendaraan angkut, melakukan wawancara berupa tanya jawab dan
diskusi kepada pihak perusahaan, dengan menggunakan teknik dokumentasi, Metode
pengolahan data dengan menggunakan algoritma heuristik dengan langkahlangkah
berikut, pertama : menghitung jarak total dari kantor cabang ke setiap
distributor dan kembali ke kantor cabang sesuai dengan rute terbaik yang
dipecahkan dengan metode nearest neighbor. Setelah itu, dilakukan perhitungan
waktu teoritis yang dibutuhkan untuk melayani total permintaan. Kemudian,
menghitung batas minimum jumlah kendaraan angkut minimum yang dibutuhkan.
Selanjutnya dengan membagi graf (rute) menjadi n buah sub-graf (sub-rute) dan
diusahakan agar masing-masing sub graf seimbang. Kemudian dilakukan uji
feasibilitas, dan yang terakhir adalah dengan melakukan perhitungan biaya
distribusi pada rute distribusi yang terbentuk.
3. Perumusan
Hipotesis
Untuk perumusan hipotesis PT. XYZ membentuk
langkah-langkah perumusan dalam penentuan rute distribusi barang yang optimal
dengan menggunakan algoritma heuristic maka langkah langkah tersebut ialah:
· Pembentukan
Sub Rute
· Mengalokasikan
Distributor ke Rute
· Pemeriksaan
Waktu Tersedia
· Pemeriksaan
Feasibility
· Perhitungan
Utilisasi
· Penentuan
Biaya Transportasi Sub Rute
4. Pengujian
Hipotesis
Dalam pembentukan sub rute digunakan
metode saving matrix. Metode saving matrix adalah metode untuk meminimumkan
jarak atau waktu dan ongkos dengan mempertimbangkan kendalakendala yang ada.
Untuk perhitungan penghematan jarak dapat mengunakan persamaan:
S(x,y) = J (Cbg, x) + J(Cbg,y) –
J(x,y)………… (1)
Dimana: S(x,y) = Penghematan Jarak
J (Cbg,x)
=Jarak Pusat ke Distributor x
J (Cbg,y) =Jarak Pusat ke Distributor y
J (x,y) =Jarak distributor x ke distributor y
Sedangkan mengalokasikan distribusi ke
rute ialah Dengan menggunakan tabel penghematan, dapat dilakukan alokasi
distributor ke dalam rute. Sehingga keseluruhan sub rute yang terbentuk adalah
5 sub rute yaitu:
- Sub Rute 1 [Pusat → D9 → D5 → D15 → D7 →
D20 → D19 → Pusat]
- Sub Rute 2 [Pusat → D8→ D23 → D18 → D1 →
D14 → D12 → Pusat]
- Sub Rute 3 [Pusat → D2→ D22 → D11 → D17
→ D16 → Pusat]
- Sub Rute 4 [Pusat → D21 → D4 → D24 → D13
→ D6→ D3 → Pusat]
- Sub Rute 5 [Pusat → D10 →Pusat]
Semua sub rute menggunakan mobil dengan
kapasitas 280 karton.
Penentuan Biaya
Transportasi Sub Rute Perhitungan biaya untuk setiap subrute pendistribusian
barang PT. XYZ dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini.
|
Sub Rute |
Jarak (m) |
Kebutuhan Bahan
bakar (ℓ) |
Kebutuhan Bahan
bakar (Rupiah) |
|
1 |
25399 |
5 |
22500 |
|
2 |
29181 |
5 |
22500 |
|
3 |
25553 |
5 |
22500 |
|
4 |
26666 |
5 |
22500 |
|
5 |
13816 |
3 |
13500 |
|
Total |
120.615 |
23 |
130.500 |
Tabel 4. Biaya Distribusi Tiap Sub Rute Tabel 4 menunjukkan perhitungan
biaya distribusi untuk setiap sub rute. Dengan menggunakan metode heuristik,
permasalahan rute distribusi pada PT. XYZ dapat diatasi dan menghasilkan
penghematan rute dari 24 rute hingga menjadi 5 rute usulan dan juga dihasilkan
penghematan jarak tempuh dari 245.005 meter menjadi 150.817
5. Kesimpulan
Berdasarkan analisis pengolahan dan pembahasan data, maka
dapat dilihat bahwa terjadi penggabungan beberapa distributor menjadi satu
subrute yang disesuaikan dengan kapasitas alat angkut yang digunakan.
Permasalahan rute distribusi pada PT. XYZ dapat diatasi dan menghasilkan
penghematan rute dari 24 rute hingga menjadi 5 rute usulan dan juga dihasilkan
penghematan jarak tempuh dari 245.005 meter menjadi 150.817 meter. Waktu
distribusi awal adalah 1.468,839 menit, sedangkan setelah digunakan metode
heuristik, waktu distribusi dengan subrute baru yang terbentuk adalah 629,393
menit. Perbaikan rute distribusi yang dilakukan dengan metode heuristik
menghasilkan peningkatan dalam penggunaan kapasitas mobil angkut dengan
ratarata utilitas mobil angkut 75,14%. Terjadinya perubahan jarak tempuh dari
rute distribusi yang diusulkan akan menghasilkan penghematan biaya transportasi
sebesar Rp. 283.500,- dimana biaya untuk rute awal distribusi barang adalah
sebesar Rp. 414.000,- sedangkan setelah digunakan metode heuristik, biaya untuk
untuk rute distribusi usulan adalah sebesar 70,87%.
