Jumat, 16 Oktober 2020

MODEL OPTIMASI AGRO ECO-INDUSTRIAL PARK BERBASIS INDUSTRI TAHU DENGAN PENDEKATAN GOAL PROGRAMMING

 

MODEL OPTIMASI AGRO ECO-INDUSTRIAL PARK BERBASIS INDUSTRI TAHU DENGAN PENDEKATAN GOAL PROGRAMMING

 


Dosen: MUHAMMAD RIDHA ALFARABI ISTIQLAL


Disusun Oleh:

                Nama/ NPM       : Muhammad Aljishi Ilyaza/ 35418176

                Kelas                 : 3ID06 

1.      Perumusan Masalah

            Industri tahu di Kabupaten Sumedang menghadapi beberapa permasalahan terkait limbah, inefisiensi penggunaan air, dan ketergantungan terhadap bahan baku (kedelai) impor. Konsep Agro Eco-industrial Park (AEIP) berbasis industri tahu dapat menjadi alternatif solusi untuk memperbaiki kinerja industri tahu dan agroindustri terkait lainnya. Pengembangan AEIP perlu mempertimbangkan keseimbangan kapasitas untuk mengoptimalkan kinerja sistem. Penelitian ini bertujuan membangun suatu model optimasi AEIP berbasis industri tahu yang didukung agribisnis ternak sapi, usaha tani kedelai, produksi pupuk organik, dan unit biodigester. Penelitian dilakukan di sentra industri tahu Giriharja, Kabupaten Sumedang dengan menggunakan metode Goal Programming untuk memodelkan pertukaran material antar agroindustri. Model memasukkan lima variabel keputusan yaitu jumlah produksi tahu, jumlah produksi ternak sapi, jumlah produksi kedelai, jumlah produksi pupuk organik, dan jumlah produksi biogas. Kinerja model diukur dari sisa pertukaran material dan derajat daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dibangun mampu memberikan solusi optimal berupa jumlah produksi untuk masing-masing agroindustri. Model juga menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding sistem yang sedang berjalan yang diindikasikan dengan penurunan sisa limbah dan peningkatan Recycle Rate.

2.      Metode Penelitian

            Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan kondisi suatu objek (Natsir, 1999). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif di mana variabel-variabel dan hubungannya diukur dan diteliti sehingga menghasilkan data dalam bentuk angka (Creswell, 2014). Objek yang diteliti adalah konsep Agro Eco-industrial Park (AEIP) yang terdiri dari industri tahu, usaha ternak sapi, usaha tani kedelai, usaha pupuk organik dan unit biodigester serta pertukaran material, air dan energi di antaranya (Gambar 1). Lokasi yang dipilih adalah sentra industri tahu Giriharja yang berada di Desa Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, di mana terdapat industri tahu, usaha ternak sapi, lahan pertanian, dan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri tahu yang juga berfungsi sebagai biodigester. Berikut ialah foto model Konseptual Agro Eco-industrial Park Berbasis Industri Tahu:



3.     Hasil dan Pembahasan

            Formulasi Model. Model optimasi didasarkan pada konsep AEIP berbasis industri tahu yang terdiri dari industri tahu, usaha ternak sapi, usaha tani kedelai, usaha pupuk organik, dan unit biodigester. Interaksi pertukaran material, air dan energi serta kondisi ketersediaan sumber daya diterjemahkan ke dalam fungsi-fungsi yang terdiri dari jumlah kebutuhan, jumlah output atau ketersediaan dan penyimpangan yang mungkin terjadi. Gambar 2 mengilustrasikan aliran material, air dan energi pada AEIP berbasis industri tahu. Pertukaran kedelai. Industri tahu membutuhkan kedelai sebagai bahan baku untuk membuat tahu. Pertukaran kedelai dilakukan antara usaha tani kedelai dengan industri tahu. Produksi kedelai diharapkan sama dengan kebutuhan kedelai pada industri tahu. Pertukaran kedelai memungkinkan adanya penyimpangan positif (kelebihan produksi) atau penyimpangan negatif (kekurangan produksi) namun akan diminimasi dalam fungsi tujuan. Berikut ialah gambar Aliran Material, Air dan Energi pada Agro Eco-industrial Park Berbasis Industri Tahu & Tabel Nilai Parameter Model Optimasi AEIP





4.      Kesimpulan

Metode non-preemptive Goal Programming dapat digunakan untuk membangun model optimasi Agro Ecoindustrial Park (AEIP) berbasis industri tahu. Model optimasi AEIP berbasis industri tahu merepresentasikan pertukaran material, air, dan energi dan penggunaan sumber daya di antara industri tahu, usaha ternak sapi, usaha tani kedelai, usaha pupuk organik dan unit biodigester. Model menghasilkan output solusi optimal berupa jumlah produksi masing-masing agroindustri yang berguna dalam perencanaan kapasitas agroindustri dalam rangka pengembangan AEIP. Kinerja model optimasi AEIP lebih baik dibanding sistem existing yang ditunjukkan dengan penurunan sisa limbah (hingga 0 liter limbah cair/hari) dan peningkatan Recycle Rate dari 15,4% pada sistem existing menjadi 79,1% pada model optimasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Journal Penentuan rute distribusi barang dengan metode algoritma heuristik

  PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI BARANG YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HEURISTIK PADA PT. XYZ     Dosen: MUHAMMAD RIDHA ALFARABI...