Sabtu, 24 Oktober 2020

Journal Penentuan rute distribusi barang dengan metode algoritma heuristik

 

PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI BARANG YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HEURISTIK PADA PT. XYZ

 

 


Dosen: MUHAMMAD RIDHA ALFARABI ISTIQLAL

 

 

 

Disusun Oleh:

                Nama/ NPM       : Muhammad Aljishi Ilyaza/ 35418176

                Kelas                 : 3ID06

 

 

 

 

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2020

 

 

1.     Perumusan Masalah

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian produk minuman. PT. XYZ merupakan distributor tunggal untuk produk minuman didaerah Medan dan sekitarnya. PT. XYZ mendistribusikan produk kepada konsumen-konsumennya yang merupakan grosir-grosir dan supermarketsupermarket di kota Medan. Kemudian grosir dan supermarket tersebut memasarkan produk kepada konsumen akhir. Selama ini, PT. XYZ melakukan distribusi ke distributor tanpa memperhitungkan jarak tempuh dan utilitas kendaraan angkut. Proses distribusi dalam satu kali pengiriman produk hanya dilakukan kepada satu distributor. Untuk melakukan distribusi ke 24 distributor, perusahaan memiliki 24 sub rute perjalanan. Dalam penelitian ini akan dilakukan penentuan rute distribusi. Metode penentuan rute distribusi adalah dengan menggunakan algoritma Heuristik. Untuk itu PT. XYZ megembangkan usahanya maka dilakukan analisis strategi, permasalahan tersebut diantaranya ialah:

a.    Belum meperhitungkan jarak tempuh dan utilitas kendaraan angkut

b.   Menentukan rute pendistribusian ke 24 distributor secara optimal

 

2.     Penyusunan Kerangka Berfikir

Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung di lapangan, yaitu pada waktu proses loading-unloading barang dengan menggunakan stopwatch, melakukan pengukuran jarak yang ditempuh untuk setiap distributor oleh kendaraan angkut, melakukan wawancara berupa tanya jawab dan diskusi kepada pihak perusahaan, dengan menggunakan teknik dokumentasi, Metode pengolahan data dengan menggunakan algoritma heuristik dengan langkahlangkah berikut, pertama : menghitung jarak total dari kantor cabang ke setiap distributor dan kembali ke kantor cabang sesuai dengan rute terbaik yang dipecahkan dengan metode nearest neighbor. Setelah itu, dilakukan perhitungan waktu teoritis yang dibutuhkan untuk melayani total permintaan. Kemudian, menghitung batas minimum jumlah kendaraan angkut minimum yang dibutuhkan. Selanjutnya dengan membagi graf (rute) menjadi n buah sub-graf (sub-rute) dan diusahakan agar masing-masing sub graf seimbang. Kemudian dilakukan uji feasibilitas, dan yang terakhir adalah dengan melakukan perhitungan biaya distribusi pada rute distribusi yang terbentuk.

3.     Perumusan Hipotesis

Untuk perumusan hipotesis PT. XYZ membentuk langkah-langkah perumusan dalam penentuan rute distribusi barang yang optimal dengan menggunakan algoritma heuristic maka langkah langkah tersebut ialah:

·       Pembentukan Sub Rute

·       Mengalokasikan Distributor ke Rute

·       Pemeriksaan Waktu Tersedia

·       Pemeriksaan Feasibility

·       Perhitungan Utilisasi

·       Penentuan Biaya Transportasi Sub Rute

           

4.     Pengujian Hipotesis

Dalam pembentukan sub rute digunakan metode saving matrix. Metode saving matrix adalah metode untuk meminimumkan jarak atau waktu dan ongkos dengan mempertimbangkan kendalakendala yang ada. Untuk perhitungan penghematan jarak dapat mengunakan persamaan:

S(x,y) = J (Cbg, x) + J(Cbg,y) – J(x,y)………… (1)

Dimana: S(x,y)                   = Penghematan Jarak

J (Cbg,x)                              =Jarak Pusat ke Distributor x

J (Cbg,y)                               =Jarak Pusat ke Distributor y

J (x,y)                                    =Jarak distributor x ke distributor y

Sedangkan mengalokasikan distribusi ke rute ialah Dengan menggunakan tabel penghematan, dapat dilakukan alokasi distributor ke dalam rute. Sehingga keseluruhan sub rute yang terbentuk adalah 5 sub rute yaitu:

- Sub Rute 1 [Pusat → D9 → D5 → D15 → D7 → D20 → D19 → Pusat]

- Sub Rute 2 [Pusat → D8→ D23 → D18 → D1 → D14 → D12 → Pusat]

- Sub Rute 3 [Pusat → D2→ D22 → D11 → D17 → D16 → Pusat]

- Sub Rute 4 [Pusat → D21 → D4 → D24 → D13 → D6→ D3 → Pusat]

- Sub Rute 5 [Pusat → D10 →Pusat]

Semua sub rute menggunakan mobil dengan kapasitas 280 karton.

 

               Penentuan Biaya Transportasi Sub Rute Perhitungan biaya untuk setiap subrute pendistribusian barang PT. XYZ dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini.

Sub Rute

Jarak (m)

Kebutuhan Bahan bakar (ℓ)

Kebutuhan Bahan bakar (Rupiah)

1

25399

5

22500

2

29181

5

22500

3

25553

5

22500

4

26666

5

22500

5

13816

3

13500

Total

120.615

23

130.500

 

Tabel 4. Biaya Distribusi Tiap Sub Rute Tabel 4 menunjukkan perhitungan biaya distribusi untuk setiap sub rute. Dengan menggunakan metode heuristik, permasalahan rute distribusi pada PT. XYZ dapat diatasi dan menghasilkan penghematan rute dari 24 rute hingga menjadi 5 rute usulan dan juga dihasilkan penghematan jarak tempuh dari 245.005 meter menjadi 150.817

5.     Kesimpulan

Berdasarkan analisis pengolahan dan pembahasan data, maka dapat dilihat bahwa terjadi penggabungan beberapa distributor menjadi satu subrute yang disesuaikan dengan kapasitas alat angkut yang digunakan. Permasalahan rute distribusi pada PT. XYZ dapat diatasi dan menghasilkan penghematan rute dari 24 rute hingga menjadi 5 rute usulan dan juga dihasilkan penghematan jarak tempuh dari 245.005 meter menjadi 150.817 meter. Waktu distribusi awal adalah 1.468,839 menit, sedangkan setelah digunakan metode heuristik, waktu distribusi dengan subrute baru yang terbentuk adalah 629,393 menit. Perbaikan rute distribusi yang dilakukan dengan metode heuristik menghasilkan peningkatan dalam penggunaan kapasitas mobil angkut dengan ratarata utilitas mobil angkut 75,14%. Terjadinya perubahan jarak tempuh dari rute distribusi yang diusulkan akan menghasilkan penghematan biaya transportasi sebesar Rp. 283.500,- dimana biaya untuk rute awal distribusi barang adalah sebesar Rp. 414.000,- sedangkan setelah digunakan metode heuristik, biaya untuk untuk rute distribusi usulan adalah sebesar 70,87%.

 

Jumat, 16 Oktober 2020

MODEL OPTIMASI AGRO ECO-INDUSTRIAL PARK BERBASIS INDUSTRI TAHU DENGAN PENDEKATAN GOAL PROGRAMMING

 

MODEL OPTIMASI AGRO ECO-INDUSTRIAL PARK BERBASIS INDUSTRI TAHU DENGAN PENDEKATAN GOAL PROGRAMMING

 


Dosen: MUHAMMAD RIDHA ALFARABI ISTIQLAL


Disusun Oleh:

                Nama/ NPM       : Muhammad Aljishi Ilyaza/ 35418176

                Kelas                 : 3ID06 

1.      Perumusan Masalah

            Industri tahu di Kabupaten Sumedang menghadapi beberapa permasalahan terkait limbah, inefisiensi penggunaan air, dan ketergantungan terhadap bahan baku (kedelai) impor. Konsep Agro Eco-industrial Park (AEIP) berbasis industri tahu dapat menjadi alternatif solusi untuk memperbaiki kinerja industri tahu dan agroindustri terkait lainnya. Pengembangan AEIP perlu mempertimbangkan keseimbangan kapasitas untuk mengoptimalkan kinerja sistem. Penelitian ini bertujuan membangun suatu model optimasi AEIP berbasis industri tahu yang didukung agribisnis ternak sapi, usaha tani kedelai, produksi pupuk organik, dan unit biodigester. Penelitian dilakukan di sentra industri tahu Giriharja, Kabupaten Sumedang dengan menggunakan metode Goal Programming untuk memodelkan pertukaran material antar agroindustri. Model memasukkan lima variabel keputusan yaitu jumlah produksi tahu, jumlah produksi ternak sapi, jumlah produksi kedelai, jumlah produksi pupuk organik, dan jumlah produksi biogas. Kinerja model diukur dari sisa pertukaran material dan derajat daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dibangun mampu memberikan solusi optimal berupa jumlah produksi untuk masing-masing agroindustri. Model juga menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding sistem yang sedang berjalan yang diindikasikan dengan penurunan sisa limbah dan peningkatan Recycle Rate.

2.      Metode Penelitian

            Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang menggambarkan kondisi suatu objek (Natsir, 1999). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif di mana variabel-variabel dan hubungannya diukur dan diteliti sehingga menghasilkan data dalam bentuk angka (Creswell, 2014). Objek yang diteliti adalah konsep Agro Eco-industrial Park (AEIP) yang terdiri dari industri tahu, usaha ternak sapi, usaha tani kedelai, usaha pupuk organik dan unit biodigester serta pertukaran material, air dan energi di antaranya (Gambar 1). Lokasi yang dipilih adalah sentra industri tahu Giriharja yang berada di Desa Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, di mana terdapat industri tahu, usaha ternak sapi, lahan pertanian, dan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri tahu yang juga berfungsi sebagai biodigester. Berikut ialah foto model Konseptual Agro Eco-industrial Park Berbasis Industri Tahu:



3.     Hasil dan Pembahasan

            Formulasi Model. Model optimasi didasarkan pada konsep AEIP berbasis industri tahu yang terdiri dari industri tahu, usaha ternak sapi, usaha tani kedelai, usaha pupuk organik, dan unit biodigester. Interaksi pertukaran material, air dan energi serta kondisi ketersediaan sumber daya diterjemahkan ke dalam fungsi-fungsi yang terdiri dari jumlah kebutuhan, jumlah output atau ketersediaan dan penyimpangan yang mungkin terjadi. Gambar 2 mengilustrasikan aliran material, air dan energi pada AEIP berbasis industri tahu. Pertukaran kedelai. Industri tahu membutuhkan kedelai sebagai bahan baku untuk membuat tahu. Pertukaran kedelai dilakukan antara usaha tani kedelai dengan industri tahu. Produksi kedelai diharapkan sama dengan kebutuhan kedelai pada industri tahu. Pertukaran kedelai memungkinkan adanya penyimpangan positif (kelebihan produksi) atau penyimpangan negatif (kekurangan produksi) namun akan diminimasi dalam fungsi tujuan. Berikut ialah gambar Aliran Material, Air dan Energi pada Agro Eco-industrial Park Berbasis Industri Tahu & Tabel Nilai Parameter Model Optimasi AEIP





4.      Kesimpulan

Metode non-preemptive Goal Programming dapat digunakan untuk membangun model optimasi Agro Ecoindustrial Park (AEIP) berbasis industri tahu. Model optimasi AEIP berbasis industri tahu merepresentasikan pertukaran material, air, dan energi dan penggunaan sumber daya di antara industri tahu, usaha ternak sapi, usaha tani kedelai, usaha pupuk organik dan unit biodigester. Model menghasilkan output solusi optimal berupa jumlah produksi masing-masing agroindustri yang berguna dalam perencanaan kapasitas agroindustri dalam rangka pengembangan AEIP. Kinerja model optimasi AEIP lebih baik dibanding sistem existing yang ditunjukkan dengan penurunan sisa limbah (hingga 0 liter limbah cair/hari) dan peningkatan Recycle Rate dari 15,4% pada sistem existing menjadi 79,1% pada model optimasi.

Journal Penentuan rute distribusi barang dengan metode algoritma heuristik

  PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI BARANG YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HEURISTIK PADA PT. XYZ     Dosen: MUHAMMAD RIDHA ALFARABI...